Hem... baru kali ini coba berbagi pengalaman... stelah sekian lama di dunia maya.. ini adalah post yang pertama di release secara resmi... ;)
Semoga postingan ini bukanlah postingan pertama dan terakhir, tapi smoga ada postingan yang lain yang bermanfaat bagi semua...
Ok, singkat kata mau coba berbagi untuk semua makhluk apa yang selama 2 hari ini aku kerjakan, dibantu saran dan semangat oleh mas Teuku Rizal, yang secara tidak langsung adalah master saya... :D, dan juga kopi sidikalang yang menemani... wkwkwkwkk.. .
Dan kita mulai yah............
1. Persiapan perlengkapan tempur....
PC.. dah jelas harus ada yah... kalau bisa memory yang gede aja.. minimal 8GB, soalnya memory sekarang ini dah pada murah.. dan juga HDD kalau bisa dapat RAM Cache 64MB dan Speed Tinggi 10.000 rpm misalnya.....
Yang pasti perlengkapan berikutnya adalah ubuntu-12.04.1-server-amd64
secangkir kopi dan temannya.....
2. Proses Instalasi
Masukkan ‘CD Ubuntu Server’ Ke CDROM
Booting dari CDROM
Pilih language English, Enter
Pilih Install Ubuntu Server, Enter
Tekan enter pada ‘Choose Language’ English
Pilih United States
‘Detect Keyboard Layout Pilih ‘No’
Pada Ubuntu ‘Installer Main Menu’ pilih USA
Pada ‘Keyboard Layout’ Pilih USA
Pilih ‘Continue’ pada ‘Configure The Network’
Pilih ‘Configure Network Manually’
Isi IP Address dengan 192.7.8.2 pilih ‘Continue’, lalu tekan Enter
Netmask 255.255.255.0 pilih ‘Continue’, lalu Enter
Pada Gateway sudah terdapat angka ‘192.7.8.1’, biarkan saja terus Tab Pilih ‘Continue’
Pada Name Server Addresses sudah terdapat angka ‘192.7.8.1’ abaikan dan Tab pilih ‘Continue’, lalu enter
Hotsname diisi dengan : superhitProxy (terserah kamu) terus pilih continue enter
Domain Name: kosongkan saja, pilih ‘Continue’ dan tekan enter
Pada pilihan ‘Configure The Clock’ pilih ‘Select From Worldwide List’ terus cari Jakarta, lalu tekan Enter
Pada menu ‘Partition Disk’ pilih ‘Manually’
(Kalau saya menggunakan 3 HDD @ 1TB Cache 64 MB 10.000 RPM, RAM 2 x 4GB )
Selanjutnya Jika menggunakan Harddisk bekas pakai, Langkahnya kita hapus partisi yang ada terlebih dahulu. Pilih Directory Partition yang akan dihapus, tekan enter dan pilih Delete The Partition (ULANGI PERINTAH INI UNTUK SEMUA PARTISI YG TERSISA).
Jika telah selesai pilih ‘Guided Partitioning’, kemudian pilih ‘Manually’ arahkan pada FREE SPACE. (UNTUK HARDDISK KOSONG LANGSUNG KE LANGKAH INI).
1. Arahkan ke FREE SPACE HDD1 Pilih Create New Partition, Enter
- Besar Partition I adalah 256 MB, Jadikan sebesar itu. Pilih Continue, Enter (Usahakan untuk tidak merubah besaran Partisi Harddisk ini)
- Pilih Primary, Enter
- Pilih Beginning, Enter
- Pada pilihan ‘Use As’ = Ext4, Enter
- Jika muncul option ‘Format The Partition’ tekan enter untuk memilih ‘Yes, Format it’
- Mount point = /boot
- Mount options pilih ‘Noatime’ dengan menekan tombol ‘SPACE’ pada keyboard
- Bootable flag = on
- Pilih ‘Done Setting Up The Partition’
2. Arahkan ke FREE SPACE HDD1 Pilih Create New Partition, Enter
- Besar Partition II adalah 20 GB (Sesuaikan kapasitas HDD kamu, minimal 10 GB)
- Pilih Primary, Enter
- Pilih Beginning, Enter
- Pada pilihan ‘Use As’ = Ext4
- Jika muncul option ‘Format The Partition’ tekan enter untuk memilih ‘Yes, Format it’
- Mount point = /
- Mount options pilih ‘Noatime’ dengan menekan tombol ‘SPACE’ pada keyboard
- Pilih ‘Done Setting Up The Partition’
3. Arahkan ke FREE SPACE HDD1 Pilih Create New Partition, Enter
- Besaran Partisi III adalah 16 GB (RAM 8 GB)
(Untuk RAM 1 GB Isikan Partisi III sebesar 2 GB. Rumus = RAM x 2 = Besar Partisi SWAP AREA)
- Pilih Primary, Enter
- Pilih Beginning, Enter
- Pada pilihan ‘Use As’ = Swap Area
- Pilih ‘Done Setting Up The Partition’
Membuat cache directory
4. Arahkan ke FREE SPACE HDD2 Pilih Create New Partition, Enter
- Buat Partition HDD seluruhnya
- Pilih Primary, Enter
- Jika muncul option ‘Format The Partition’ tekan enter untuk memilih ‘Yes, Format it’
- Pada pilihan ‘Use As’ untuk Ubuntu Server 32/Bit = ReiserFS, untuk Ubuntu Server 64/Bit Pada pilihan ‘Use As’ = BtrFS
- Pada Mount point = Enter dan pilih Manually, ‘/home ubah menjadi /cache1’
- Mount options untuk Ubuntu Server 32/Bit pilih ‘Notail & Noatime’ dengan menekan tombol ‘SPACE’ pada keyboard,, untuk Ubuntu Server 64/Bit Mount options pilih ‘Noatime’ dengan menekan tombol ‘SPACE’ pada keyboard.
- Pilih ‘Done Setting Up The Partition’
5. Arahkan ke FREE SPACE HDD3 Create New Partition, Enter
- Buat Partition HDD seluruhnya
- Pilih Primary, Enter
- Pada pilihan ‘Use As’ untuk Ubuntu Server 32/Bit = ReiserFS, untuk Ubuntu Server 64/Bit Pada pilihan ‘Use As’ = BtrFS
- Jika muncul option ‘Format The Partition’ tekan enter untuk memilih ‘Yes, Format it’
- Pada Mount point = Enter dan pilih Manually, ‘/home ubah menjadi /cache2’
- Mount options untuk Ubuntu Server 32/Bit pilih ‘Notail &Noatime’ dengan menekan tombol ‘SPACE’ pada keyboard, untuk Ubuntu Server 64/Bit Mount options pilih ‘Noatime’ dengan menekan tombol ‘SPACE’ pada keyboard.
- Pilih ‘Done Setting Up The Partition’
Pilih Finish Partitioning And Write Changes To Disk, tekan Enter
Pada pilihan Write The Changes To Disk pilih Yes, tekan Enter
Pada Full Name For The New User isi dg keren, pilih continue & tekan Enter
Pada Username For Your Account isi dg keren, terus continue & tekan Enter
Pada a password For The New User isi dg keren, terus continue & tekan Enter
Pada Re-Enter Password To Verify isi dg keren, terus continue & tekan Enter
Jika muncul pilihan Use Weak Password pilih Yes, tekan Enter
Pada pilihan Encrypt Your Home Directory pilih ‘No’, tekan Enter
Pada pilihan HTTP Proxy Information dikosongkan saja, pilih Continues, tekan Enter
Pada saat ‘Configuration apt’ mencapai 23% tekan enter, juga pada 72% tekan Enter
Pada saat pilihan updating pilih ‘No Automatic Update’
Pada Choose Software To Install pilih ‘OpenSSH Server’ dengan menekan tombol ‘SPACE’ pada keyboard, selanjutnya pilih Continues, tekan Enter
Pada Pilihan ‘Install GRUB Loader’ pilih Yes
Pada saat ‘Ejecting CD Ubuntu Server Installer’ ambil CD-nya tutup kembali CDROM dan pilih pilih Continues
‘FINISH THE INSTALLATION & CPU ON PROCEED REBOOT, DON’T TOUCH ANYTHING’
‘NOW WAKE UP… PROXY SERVER UBUNTU IS READY FOR NEXT STAGE’
Login pada Ubuntu Server (Isikan sesuai User & Password kamu)
- Login as : keren
- Password : keren
Untuk proses agar bisa Login di @root :
- Ketikan perintah : sudo su – dan tekan enter
- Isikan Password : keren
- Ketikan perintah : passwd dan tekan enter
- Isikan Password Baru : keren
- Isikan kembali Password Baru : keren
- Reboot PC dengan mengetikan perintah = reboot –h now
Install WINSCP dan PUTTY
Buka WINSCP, pada Hostname masukkan IP Address PC Proxy Server 192.7.8.2, pada User masukkan ‘root’ (tanpa tkamu petik) dan pada Password isikan ‘keren’ (tanpa tkamu petik). Untuk memudahkan proses, pilih ‘Save’ kemudian pilih ‘Login’. Jika muncul pilihan, pilih ‘Yes’ atau ‘Update’
Setelah Login WINSCP, pada toolbarnya ada pilihan ‘Open session in PUTTY’, pilih saja untuk membuka PUTTY, atau bisa juga dengan menekan Ctrl+P.
Pada Login PUTTY, masukkan Password ‘keren’ (tanpa tkamu petik)
Sekarang kamu telah masuk dalam Login PUTTY, untuk melakukan proses Update terhadap PC Proxy Server sebagai tahap berikutnya.
Pada PUTTY, masukkan perintah berikut ini satu per satu, (Jika nanti pada proses updating terdapat pilihan ‘Y/N’ pilih ‘Y’ dan Enter) :
sudo apt-get update
sudo apt-get install squid
sudo apt-get install squid squidclient squid-cgi
sudo apt-get install gcc
sudo apt-get install build-essential
sudo apt-get install sharutils
sudo apt-get install ccze
sudo apt-get install libzip-dev
sudo apt-get install automake1.9
sudo apt-get install acpid
sudo apt-get install multitail
download dengan menggunakan putty file berikut ini :
wget http://teukurizal.googlecode.com/files/squid-2.7.STABLE9.patched.tar.gz
Selesai proses download, masukkan perintah :
tar xzvf squid-2.7.STABLE9.patched.tar.gz
kemudian masuk ke folder yang baru di extract tadi
make distclean
compile :
./configure --prefix=/usr --exec_prefix=/usr --bindir=/usr/sbin --sbindir=/usr/sbin --libexecdir=/usr/lib/squid --sysconfdir=/etc/squid \
--localstatedir=/var/spool/squid --datadir=/usr/share/squid --enable-http-gzip --enable-async-io=24 --with-aufs-threads=24 --with-pthreads --enable-storeio=aufs \
--enable-linux-netfilter --enable-arp-acl --enable-epoll --enable-removal-policies=heap --with-aio --with-dl --enable-snmp \
--enable-delay-pools --enable-htcp --enable-cache-digests --disable-unlinkd --enable-large-cache-files --with-large-files \
--enable-err-languages=English --enable-default-err-language=English --with-maxfd=65536
make
dan berikutnya :
sudo make install
denga menggunakan WINSPC download file squid.conf dan storeurl.pl berikut ini
- File squid.conf & storeurl ke Directory /etc/squid/
Kemudian pada buka file squid.conf pada Directory /etc/squid/ yang di copy paste tadi, edit dan sesuaikan bagian ini :
cache_dir aufs /cache1 27300 64 256
cache_dir aufs /cache2 27300 64 256
cache_dir aufs /cache3 27300 64 256
cache_dir aufs /cache1, cache_dir aufs /cache2 menunjukkan partisi HDD yang akan difungsikan untuk menyimpan cache.
Sesuaikan ‘IP Address Network Mikrotik’ kamu, (Ingat bukan IP Address Mikrotik & IP Address Gateway Mikrotik)
acl localnet src 192.7.8.0/24
INGAT!!!!
KESALAHAN PADA cache_dir & acl localnet ‘squid.conf’, MENYEBABKAN kamu TIDAK DAPAT MENYELESAIKAN PROSES SELANJUTNYA, SEHINGGA MUNCUL PESAN ‘FATAL BUNGLED LINE……’
JADI PERHATIKAN BAIK-BAIK ‘squid.conf’ kamu.
Selanjutnya kita memberikan Permission untuk Folder Directory Cache, ketikan perintah :
chown proxy:proxy /cache
chmod 777 /cache
chown proxy:proxy /etc/squid/storeurl.pl
chmod 777 /etc/squid/storeurl.pl
karena saya menggunakan Tiga Directory cache, maka perintah yang saya masukkan adalah :
chown proxy:proxy /cache1
chown proxy:proxy /cache2
chmod 777 /cache1
chmod 777 /cache2
chmod 777 /cache3
chown proxy:proxy /etc/squid/storeurl.pl
chmod 777 /etc/squid/storeurl.pl
Berikutnya folder-folder swap/cache di dalam folder cache ditentukan dengan perintah :
squid -f /etc/squid/squid.conf -z
Terakhir, reboot PC Ubuntu Proxy Server kamu dengan perintah :
Reboot -h now
Jika kamu Mengikuti Step By Step Proses Instalasi Di Atas Maka Untuk Mematikan PC Ubuntu Proxy Server kamu, Cukup Dengan Menekan Tombol Power PC Ubuntu Proxy Server kamu (Jangan Ditahan, Cukup Tekan Sekali Dalam Hitungan Detik), dimana kamu sudah menginstall tools ACPID dengan perintah ‘sudo apt-get install acpid’.
‘SESUAIKAN DENGAN KONDISI JARINGAN KAMU’
Sampai disini, kamu telah berhasil membangun jaringan dengan menggunakan proxy server sendiri. Selanjutnya tinggal mengembangkan script pada Routerboard/mikrotik untuk pengaturan Mangle dan Bandwidth Management pada opsi ‘Queue’. Tutorial mengenai hal tersebut sudah sangat banyak sekali di internet.